proses perjalanan hidup
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sebelum saya menulis tentang perjalanan hidup saya, disini saya ingin mengenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya Zainul Hasan, saya anak kedua dari empat bersaudara, saya tinggal di sebuah desa yg bernama desa kebun kecamatan Kamal kabupaten Bangkalan Madura.
Bagian 1:
Saya terlahir dari kedua orang tua saya yg bernama bapak abu Hasan dan ibu ruhaniyah, saya lahir di kota malang pada tanggal 20 Juli tahun 1992, dan saya di besarkan di Bangkalan Madura sampai sekarang, saya terlahir dari keluarga yang serba pas-pasan, ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga dan petani, sedangkan bapak saya seorang penjual asongan di penyeberangan Surabaya- Madura, sejak berumur 5 tahun saya sudah membantu ibu orang tua saya untuk mencari nafkah dengan berjualan tahu goreng keliling kampung setiap harinya. Pada umur 7 tahun saya pertama kali masuk sekolah dasar SDN Kebun 2 salah satu sekolah dasar di kampung saya, setiap hari nya saya di kasih uang jajan 150 rupiah, sepulang sekolah saya pergi ke kebun untuk mencari rumput untuk pakan kambing, dan jika libur sekolah saya membantu bapak saya jualan kerupuk kulit sapi di kapal penyeberangan Surabaya-Madura sampai sore hari, itu berjalan sampai saya lulus sekolah dasar (SD).
Bagian 2 :
Setelah saya lulus sekolah dasar (SD) saya melanjutkan ke SMP yaitu di SMPN 4 KAMAL, Selama saya SMP kegiatan saya sepulang sekolah yaitu saya menjadi buruh di tempat perlombaan burung merpati, dari situ biasanya saya mendapatkan upah 10.000 - 20.000 dan uang tersebut sebagian saya tabung dan sebagian saya kasih ke ibu saya, dan saya juga harus mencari rumput untuk pakan kambing saya, ketika saya kelas 2 SMP saya punya keinginan ketika nanti lulus SMP saya ingin melanjutkan sekolah ke SMK dan saya bilang ke orang tua saya tentang keinginan saya untuk melanjutkan sekolah ke SMK. Tetapi setalah saya lulus kondisi ekonomi keluarga saya tidak memungkinkan, karena pada saat itu ibu baru saja melahirkan anak ke 3 nya (adik saya) dan bapak baru saja di PHK dari tempat kerjanya. Pada suatu saat bapak dan ibu bilang kepada saya, kalau kamu masih mau melanjutkan sekolah, ayo GPP, sekolah yg rajin yg bener, biar bapak sama ibu yg biayain gak sia-sia. Pada saat itu setiap malam saya merenung sendiri dengan menatap bulan, dan pada akhirnya saya memutuskan untuk mengubur keinginan saya untuk melanjutkan sekolah ke SMK karena saya kasian sama bapak dan ibu saya, dan saya memutuskan untuk bekerja sebagai kuli bangunan. Waktu begitu cepat berlalu, sudah hampir 4 tahun saya bekerja sebagai kuli bangunan, tapi saya belum bisa nabung dan punya apa-apa pada saat itu, dan setelah bulan bulan puasa pada tahun 2011 saya di tawarin pekerjaan oleh bapak saya, yaitu kerja sebagai tukang sapu di Surabaya, dan sehabis lebaran idul Fitri saya dan bapak pergi ke Surabaya untuk bekerja jadi tukang sapu di sebuah gudang di daerah Tandes Surabaya.
Bagian 3 :
Pagi jam 07.00 saya diantar oleh seorang satpam suruhan dari boss ke tempat saya bekerja di daerah Margomulyo Tandes. Hari pertama dan kedua saya masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan dan belum kenal dengan orang-orang yang tinggal disana, dan saya sampai nangis bilang ke bapak kalau saya tidak betah, saya mau pulang saja, kata bapak, sabar dulu kuat-kuatin dulu, sampai waktu berjalan sudah satu tahun saya bekerja di tempat itu. Pada suatu hari saya bertemu dengan seseorang yg bernama Danu Brata Kusuma, saya ngobrol-ngobrol dengan dia panjang lebar.
Isi percakapan :
Danu : kamu umur berapa Zainul?
Saya : Saya umur 20 mas.
Danu : Kamu lulusan apa Zainul?
Saya : saya cuman lulusan SMP mas.
Danu : Kenapa kamu tidak lanjut sekolah, kamu kan masih muda?
Saya : faktor biaya mas, orang tua saya tidak punya biaya mas, makanya saya kerja.
Danu : kenapa kamu tidak ambil Paket C (setara SMA) Saja, ijazah itu penting Zainul meskipun hanya selembar kertas.
Saya : saya tidak kepikiran mas, saya hanya ingin kerja saya supaya bisa bantu orang tua.
Danu : kamu cari info dimana bisa ambil paket C nanti tak bantu biayanya.
Saya : iya mas makasih.
Setiap malam saya selalu teringat omongan mas Danu (ijazah itu penting sampai tua meskipun selembar kertas). Dan pada suatu hari saya tanya sama teman saya yg bernama Adi mengenai tempat ambil paket C, dan kebetulan si Adi juga pernah ambil paket C juga. Saat libur kerja Adi antar saya ke tempat ambil paket C di daerah karah agung Wiyung Surabaya, setelah saya bertanya-tanya sama bapak yg menyelenggarakan paket C tentang persyaratan, biaya dan sistemnya akhirnya saya langsung mendaftar di tempat tersebut untuk ambil paket C ( ijazah setara SMA) Di PKMB BUDI UTAMA Surabaya. Sepulang dari daftar paket C saya langsung bilang ke mas Danu kalau saya sudah daftar paket C, dia senang sekali mendengar kabar itu dan dia menyodorkan uang kepada saya sebesar 500 ribu. Dan setiap hari sepulang kerja saya pergi sekolah paket C dan saya harus cari pinjaman motor untuk pergi sekolah karena pada saat itu saya belum punya motor. Selang berapa bulan kemudian saya di kasih info oleh pihak penyelenggara paket C bahwa saya akan ikut Ujian Nasional. Setelah beberapa bulan setelah ujian akhirnya ijazah paket C saya keluar, saya senang sekali saya bisa punya ijazah setara SMA, dan saya kasih kabar ke mas Danu yang sudah memberikan motivasi dan semangat untuk saya, dan beliau juga senang mendengar kabar tersebut, dan setelah mas Danu menyarankan saya Kuliah untuk menutupi ijazah paket C saya. Mas Danu bilang ke saya, kamu harus kuliah, tutupi ijazah paket C mu dengan kamu kuliah, meskipun kamu punya kemampuan kalau ijazah kamu masih paket C kamu pasti di rendahkan sama orang, terserah kamu mau ambil jurusan apa bilang mas Danu.
Bagian 4 :
Setelah saya punya ijazah paket C saya mencari info lewat internet tentang kampus di Surabaya yang cocok untuk pekerja atau karyawan, dan pada saat itu kebetulan ketika habis sholat Jum'at ada bapak-bapak yang membagikan brosur kampus Muhammadiyah Surabaya, setalah saya baca-baca dan saya minta masukan sama teman-teman akhirnya saya ambil keputusan untuk daftar kuliah di universitas Muhammadiyah Surabaya dengan ambil kelas yang Sabtu-Minggu, karna supaya tidak menggangu kerja saya. Pada bulan Februari 2014 saya pergi mendaftar kuliah di universitas Muhammadiyah Surabaya dengan mengambil jurusan teknik Mesin, karena saya dari kecil suka sekali dunia teknik dan juga mengganti keinginan saya dulu untuk masuk ke SMK yang tidak kesampaian.
Mohon maaf untuk sementara cukup sampai disini dulu untuk cerita perjalanan saya, untuk kelanjutan nya akan saya tulis lagi di kemudian hari. Mohon masukannya kepada semua yg membaca tulisan saya ini, Karena saya masih belum begitu paham untuk menulis blog. Terimakasih bagi yg sudah membaca. Tetap semangat dan terus berusaha dan berjuang.
Comments
Post a Comment